Wartaglobaltvnews – com – Kubu Raya – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terjadi di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Puluhan hektare lahan dan kebun karet milik masyarakat di dua desa dilaporkan terbakar.
Berdasarkan data dari pemerintahan desa, luas lahan yang tebakaran di Desa Simpang Kanan, Dusun Kampung Baru sebanyak 58 hektar, serta Desa Madusari, Dusun Karya Makmur, Kecamatan Sungai Raya sebanyak 7-9 hektare. Kondisi tersebut membuat warga khawatir lantaran kobaran api mulai mendekati permukiman.
Marhadi, Ketua RT 02/RW 04 Dusun 06 Karya Makmur, Desa Madusari, mengatakan lahan yang terbakar merupakan kebun karet milik masyarakat.
“Warga sangat khawatir karena kebakaran sudah mendekati permukiman. Warga juga ikut melakukan pemadaman secara manual menggunakan alat semprot,” kata Marhadi pada hari Senin, (7/9).
Pemadaman dilakukan secara bersama-sama oleh masyarakat dan tim pemadam kebakaran perusahaan yang berada di sekitar lokasi.
Mardin, selaku Social Security Licence (SSL) PT Nusa Jaya Perkasa (NJP), mengatakan pihak perusahaan turut membantu masyarakat dalam menangani kebakaran tersebut.
Menurutnya, tim pemadam kebakaran PT NJP telah melakukan penanganan karhutla selama 66 hari sepanjang tahun ini di sejumlah lokasi.
“Untuk tahun ini, pasukan pemadam kebakaran PT Nusa Jaya Perkasa sudah bertempur selama 66 hari. Kami melakukan pemadaman di beberapa lokasi, termasuk Desa Simpang Kanan, Dusun Kampung Baru, dan Desa Madusari, Dusun Karya Makmur,” ujar Mardin.
Khusus di Dusun Karya Makmur, tim pemadam telah melakukan penanganan selama sekitar lima hari. Berdasarkan pemantauan hingga Minggu sore, area yang terbakar diperkirakan mencapai 7-9 hektare.
“Pertanggal Minggu sore, kami sudah berhasil mengisolasi api. Hari ini kami melakukan pemadaman secara menyeluruh,” katanya.
Dalam proses pemadaman, PT NJP mengerahkan dua unit alat berat jenis ekskavator untuk membuat embung dan kantong-kantong air serta membuat batas isolasi guna mencegah api meluas.
Selain itu, tim menggunakan tiga unit mesin pemadam Honda GX200. Dua mesin digunakan untuk melakukan pemadaman, sementara satu mesin lainnya difungsikan untuk mengalirkan air ke titik-titik kebakaran yang lokasinya jauh dari sumber air.
Sebanyak 15 personel pemadam kebakaran perusahaan dikerahkan dan dibagi dalam dua tim. Tim pertama bertugas mulai pukul 07.00 hingga 14.00 WIB, kemudian dilanjutkan oleh tim kedua.
Mardin menegaskan hingga saat ini tidak terdapat areal perkebunan PT NJP yang terbakar.
“Dari sekitar 1.800 hektare tanaman yang dikelola PT NJP, sampai saat ini belum ada areal perusahaan yang terbakar. Yang sedang kami padamkan ini merupakan areal tanaman karet milik masyarakat,” jelasnya.
Gunakan Drone Pantau Titik Api
Estate Manager PT Nusa Jaya Perkasa, Hidayatullah, mengatakan perusahaan menggunakan sejumlah peralatan untuk mendukung penanganan karhutla, termasuk water tank air berkapasitas 800 liter.
Selain itu, perusahaan membuat sekat kanal dan embung menggunakan ekskavator untuk menampung air yang berasal dari aliran sungai di sekitar lokasi.
“Air sungai yang masuk kita bendung supaya bisa ditampung. Kami juga menggunakan drone untuk mengantisipasi dan memantau titik-titik api yang terlihat di lapangan,” kata Hidayatullah.
Dia mengatakan hingga saat ini tidak ada tanaman yang dikelola perusahaan yang terbakar. Penanganan karhutla juga dilakukan dengan melibatkan masyarakat sekitar.
“Alhamdulillah sampai saat ini tidak ada satu pun pokok yang kami kelola terbakar. Masyarakat setempat juga membantu kami. Kami bersinergi dengan masyarakat di sekeliling,” ujarnya.
Warga Apresiasi Bantuan Perusahaan
Kepala Dusun 06 Karya Makmur, Desa Madusari, Fatwatul Nasib, membenarkan bahwa proses pemadaman telah berlangsung sekitar lima hari. Dia menegaskan lahan yang terbakar merupakan lahan milik masyarakat, bukan areal perkebunan perusahaan.
“Lahan di sini mutlak milik masyarakat, bukan milik PT. Atas nama pemilik lahan adalah Haji Dullah, tetapi beliau sekarang sudah meninggal,” kata Fatwatul.
Fatwatul menyampaikan apresiasi kepada PT Nusa Jaya Perkasa yang turut membantu masyarakat melakukan pemadaman.
“Atas nama masyarakat, kami mengucapkan terima kasih kepada pihak PT Nusa Jaya Perkasa yang sudah berperan aktif membantu kami,” ujarnya.
Menurutnya, luas lahan masyarakat yang terdampak kebakaran di kawasan tersebut sekitar 7 hektare.
Babinsa Imbau Warga Peduli Karhutla
Sementara itu, Babinsa Desa Madusari dan Desa Teluk Kapuas, Titin, bersama unsur terkait terus melakukan patroli untuk memantau potensi karhutla.
Dia mengimbau masyarakat agar meningkatkan kepedulian terhadap kondisi lingkungan, terutama dengan segera melaporkan atau membantu menangani apabila menemukan titik api.
“Kami mengimbau warga, khususnya di Desa Madusari, agar lebih peduli. Jika menemukan titik api, mari bersama-sama membantu melakukan pemadaman,” kata Titin.
Sinergi antara masyarakat, perusahaan, dan aparat diharapkan dapat mencegah api meluas serta meminimalkan dampak karhutla terhadap permukiman dan lingkungan sekitar.
















