banner 728x250

Pria Tewas Terjebak Karhutla di Ketapang, 20 Hektare Lahan Ludes

banner 120x600

Wartaglobaltvnews.com – Ketapang – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jalan Pelang–Kepuluk Km 5-7, Desa Pelang, Kecamatan Matan Hilir Selatan, Kabupaten Ketapang, menelan korban jiwa. Seorang pria berinisial T.H. (26) tewas setelah diduga terjebak kobaran api saat kebakaran melanda sekitar 20 hektare lahan.

Peristiwa terjadi pada Selasa (4/8/2026) sekitar pukul 20.00 WIB. Korban sempat berusaha menyelamatkan diri bersama empat rekannya, namun gagal keluar dari kepungan api dan asap pekat. Empat orang lainnya berhasil dievakuasi dengan selamat.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, kebakaran diduga berawal dari aktivitas pembersihan lahan perkebunan kelapa sawit. Cuaca panas dan embusan angin kencang membuat api dengan cepat membesar dan merambat ke berbagai titik.

Korban diduga mengalami sesak napas saat berusaha menerobos kepulan asap. Dalam kondisi tidak sadarkan diri, tubuhnya tersambar kobaran api. Tim gabungan yang melakukan pencarian akhirnya menemukan korban pada Rabu (5/8/2026) sekitar pukul 01.30 WIB dalam keadaan meninggal dunia.

Hingga Rabu siang, petugas masih berjibaku memadamkan api. Kencangnya angin, kondisi lahan gambut yang kering, serta minimnya sumber air membuat proses pemadaman berlangsung sulit. Pasokan air bahkan harus diambil dari permukiman warga yang berjarak sekitar 10 kilometer dari lokasi kebakaran.

Tim gabungan dari Polres Ketapang, Polsek Matan Hilir Selatan, Polsek Tumbang Titi, BPBD, Manggala Agni, dan sejumlah instansi terkait terus melakukan pemadaman karena masih ditemukan titik-titik api yang berpotensi meluas.

Kapolres Ketapang AKBP Muhammad Harris menegaskan pihaknya akan menyelidiki penyebab pasti kebakaran sekaligus mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.

“Jangan membuka lahan dengan cara membakar. Selain melanggar hukum, tindakan tersebut dapat memicu kebakaran besar yang mengancam keselamatan jiwa dan merusak lingkungan. Penyebab kebakaran ini juga akan kami selidiki,” tegas Kapolres.

Polres Ketapang juga terus memperkuat patroli, sosialisasi, dan koordinasi dengan instansi terkait sebagai langkah pencegahan agar kebakaran hutan dan lahan tidak kembali memakan korban jiwa.

.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *