Wartaglobaltvnews.com – Pontianak – Polda Kalbar mengingatkan masyarakat agar tidak lengah menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Meski sejumlah wilayah di Kalimantan Barat diprakirakan diguyur hujan pada 19-20 Juli 2026, potensi kebakaran tetap tinggi karena hujan diprediksi tidak turun merata.
Polda Kalbar mengimbau masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla di seluruh wilayah Kalimantan Barat.
Berdasarkan prakiraan cuaca, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi terjadi pada Minggu (19/7) di Kabupaten Bengkayang, Kapuas Hulu, Landak, dan Sintang. Sementara pada Senin (20/7), hujan diprakirakan melanda Bengkayang, Kapuas Hulu, Sambas, Sanggau, dan Sintang.
Meski demikian, kepolisian menegaskan curah hujan tidak terjadi secara merata sehingga risiko munculnya titik api masih perlu diantisipasi.
Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol. Bambang Suharyono mengajak masyarakat berperan aktif mencegah karhutla dengan tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Meskipun ada potensi hujan di beberapa wilayah, kewaspadaan harus tetap ditingkatkan. Jika menemukan titik api atau kebakaran, segera laporkan kepada petugas agar dapat segera ditangani,” ujar Bambang.
Ia menegaskan, Polda Kalbar bersama instansi terkait akan terus menggencarkan patroli dan sosialisasi sebagai upaya pencegahan karhutla selama musim kemarau.
“Kerja sama seluruh masyarakat sangat dibutuhkan agar karhutla dapat dicegah, lingkungan tetap terjaga, dan aktivitas masyarakat berlangsung aman,” tutupnya.
















