Wartaglobaltvnews.com – Kubu Raya – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Supadio, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Jarak pandang yang turun hingga sekitar 600 meter membuat sejumlah penerbangan mengalami keterlambatan hingga pembatalan.
Kondisi tersebut memicu kekecewaan sejumlah calon penumpang. Ketegangan sempat terjadi antara penumpang dan pihak maskapai Lion Group di ruang tunggu lantai 2 Bandara Internasional Supadio, Kamis (3/9/2026) sekitar pukul 18.10 WIB.
Kapolres Kubu Raya AKBP Rensa S. Aktadivia meminta calon penumpang tetap tenang dan memahami kondisi tersebut sebagai bagian dari pertimbangan keselamatan penerbangan.
«”Kami mengimbau seluruh calon penumpang agar tetap tenang dan bersabar. Keselamatan penumpang dan awak pesawat harus menjadi prioritas utama. Ketika kondisi jarak pandang tidak mendukung, penerbangan tentu harus menyesuaikan dengan kondisi di lapangan,” kata Rensa, Kamis (3/9/2026).»
Menurut Rensa, pembatalan terjadi setelah pesawat yang sedianya digunakan untuk mengangkut calon penumpang dari Bandara Supadio tidak dapat mendarat akibat jarak pandang yang terbatas.
“Situasi ini terjadi karena kondisi kabut asap yang berdampak terhadap jarak pandang di sekitar bandara. Dengan kondisi tersebut, operasional penerbangan harus mempertimbangkan faktor keselamatan sebelum pesawat melakukan pendaratan maupun lepas landas,” jelasnya.
Sejumlah penerbangan Lion Group yang mengalami pembatalan di antaranya:
– Wings Air IW1340 tujuan Ketapang
– Wings Air IW1344 tujuan Ketapang
– Wings Air IW1346 tujuan Ketapang
– Lion Air JT955 tujuan Batam
– Super Air Jet IU701 tujuan Jakarta
– Super Air Jet IU341 tujuan Surabaya
– Super Air Jet IU661 tujuan Yogyakarta
– Batik Air ID6227 tujuan Jakarta
Calon penumpang yang telah menunggu sejak pagi kemudian meluapkan kekecewaannya setelah penerbangan mereka mengalami keterlambatan dan akhirnya dibatalkan. Kesalahpahaman dengan pihak maskapai sempat membuat situasi memanas.
Petugas Polres Kubu Raya yang berada di lokasi kemudian melakukan pengamanan dan memberikan pemahaman kepada para penumpang agar persoalan tidak berkembang menjadi konflik.
Rensa mengatakan pihak maskapai memberikan sejumlah opsi bagi penumpang yang penerbangannya dibatalkan, yakni pengembalian uang tiket atau perubahan jadwal keberangkatan.
“Untuk penerbangan yang dibatalkan, proses penyelesaiannya dilakukan melalui pengembalian uang tiket sebesar 100 persen sesuai harga pembelian atau penumpang dapat melakukan perubahan jadwal dan hari keberangkatan,” ujarnya.
Rensa mengakui kekecewaan penumpang dapat dipahami karena sebagian telah menunggu selama berjam-jam. Namun, menurutnya, faktor keselamatan tidak dapat dikompromikan.
“Kami memahami bahwa masyarakat memiliki kepentingan dan tujuan masing-masing. Ada yang hendak bekerja, bertemu keluarga maupun melanjutkan perjalanan. Tetapi keselamatan penerbangan tidak boleh dipertaruhkan hanya karena mengejar jadwal keberangkatan,” katanya.
Gangguan penerbangan akibat kabut asap juga menjadi persoalan yang kerap muncul ketika karhutla terjadi di Kalimantan Barat. Penurunan jarak pandang dapat memengaruhi keputusan operasional penerbangan, terutama saat pesawat akan melakukan pendaratan maupun lepas landas.
Polres Kubu Raya mengimbau calon penumpang mengikuti informasi resmi dari maskapai dan pihak bandara. Penumpang juga diminta menggunakan mekanisme pelayanan yang tersedia jika membutuhkan pengembalian tiket atau perubahan jadwal.
“Kami meminta masyarakat tetap tenang, tidak terpancing emosi dan menyelesaikan persoalan melalui komunikasi yang baik. Semua pihak tentu menginginkan penerbangan berjalan lancar, tetapi dalam kondisi seperti ini keselamatan harus ditempatkan paling depan,” tutur Rensa.
Gangguan penerbangan tersebut menjadi salah satu dampak karhutla yang dirasakan langsung masyarakat. Selain mengganggu kualitas udara dan kesehatan, kabut asap juga dapat menghambat aktivitas transportasi udara ketika jarak pandang berada di bawah batas aman operasional.
Bagi calon penumpang, keterlambatan hingga pembatalan tentu menjadi persoalan. Namun dalam kondisi jarak pandang terbatas, keputusan menunda penerbangan merupakan bagian dari upaya memastikan keselamatan penumpang dan awak pesawat.
















